Prabowo Siap Tanggung Proyek Whoosh, PSI: Ini Sikap Negarawan Sejati

Oplus_131072

Jakarta, JinggaNews.com — Jumat, 8 November 2025. Langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan siap menanggung penuh tanggung jawab atas proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) menuai pujian dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Partai yang identik dengan suara anak muda itu menilai sikap Prabowo sebagai wujud kedewasaan politik dan kenegarawanan sejati.

Pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan pandangan jernih dan bijak dalam melihat kepentingan rakyat. PSI sangat mengapresiasi,” ujar Andy Budiman, Wakil Ketua Umum DPP PSI.

Menurut Andy, Whoosh bukan sekadar proyek transportasi, melainkan simbol kemajuan bangsa. Ia menilai kehadiran kereta cepat itu menjadi solusi konkret bagi kemacetan kronis dan waktu tempuh panjang antara Jakarta dan Bandung.

Whoosh dibutuhkan sebagai solusi kemacetan dan efisiensi perjalanan,” tambahnya.

PSI Tenangkan Isu Utang

Di tengah kritik publik soal pembiayaan proyek, PSI memilih tenang. Andy menegaskan, restrukturisasi utang adalah hal lumrah dalam proyek infrastruktur besar di seluruh dunia.

Restrukturisasi utang itu biasa. Tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan,” ujarnya.

PSI menilai komitmen pemerintah terhadap pembangunan lebih penting daripada narasi negatif yang menakut-nakuti publik.

Respons Publik Terbelah

Namun, dukungan PSI memantik reaksi beragam. Di media sosial, sejumlah warganet menilai partai itu terlalu cepat “merapat” ke kekuasaan.

Sebagian menuding PSI kehilangan fungsi kritis, sementara yang lain membela dengan menyebut sikap PSI sebagai bentuk dukungan terhadap kesinambungan pembangunan nasional.

Adu Cepat Citra dan Tanggung Jawab

Fenomena ini menegaskan publik kini terbagi dua: mereka yang mengapresiasi tanggung jawab Prabowo, dan mereka yang mencurigai langkah itu sebagai pencitraan politik di tengah isu utang Whoosh.

Namun satu hal pasti — proyek Whoosh bukan lagi sekadar rel baja yang membelah kota, melainkan jalur baru pertarungan citra dan tanggung jawab antar-elite politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *