Timor Leste di ASEAN 2025: Diplomasi Indonesia Menyulam Harapan dari Timur
Meniti Diplomasi dari Timur
Jingga News, 26 Oktober 2025 — Dari ufuk timur Asia, datang langkah kecil yang membawa gema besar.
Timor Leste kini resmi bergabung menjadi anggota ke-11 ASEAN, menandai berakhirnya penantian panjang selama 14 tahun.
Berdasarkan laporan Antara News, penandatanganan Declaration on the Admission of Timor-Leste into ASEAN oleh Presiden Prabowo Subianto bersama para pemimpin Asia Tenggara menjadi simbol kepemimpinan diplomasi Indonesia di kawasan.
Langkah ini bukan sekadar politik luar negeri, tetapi rekonsiliasi moral — mengubah luka sejarah menjadi jembatan kerja sama.
Rekonsiliasi Sejarah, Citra Indonesia Terangkat
Hubungan Indonesia dan Timor Leste pernah diwarnai ketegangan pasca referendum 1999. Kini, melalui ASEAN, keduanya melangkah dalam semangat baru.
Menurut Kompas, diplomasi Indonesia berperan penting dalam mengawal proses aksesi ini.
Indonesia menunjukkan bahwa kekuatan sejati diplomasi bukan pada tekanan, melainkan pada keberanian untuk memaafkan dan menyatukan.
Seperti diungkapkan pengamat hubungan internasional Dr. Ahmad Yani kepada The Jakarta Post,
“Indonesia telah mengubah sejarah menjadi energi diplomasi moral — menjadikan kawasan ini bukan hanya ruang ekonomi, tapi juga panggung bagi rekonsiliasi.”
Tantangan Integrasi dan Konsensus ASEAN
Meski bergabung, Timor Leste menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan kapasitas institusional dengan mekanisme ASEAN.
Menurut Reuters, tantangan administratif, sumber daya manusia, dan infrastruktur masih menjadi fokus utama.
Namun, Indonesia memilih pendekatan sabar dan bertahap — mengandalkan ASEAN Way, yakni konsensus dan gotong royong regional.
Hal ini, menurut pengamat Rismawati Hartono kepada Channel News Asia, adalah “bentuk nyata kepemimpinan Indonesia dalam menghidupkan solidaritas, bukan dominasi.”
Politik Harapan dan Stabilitas Kawasan
Dari sisi geopolitik, keanggotaan Timor Leste memperkuat stabilitas di perbatasan selatan Indonesia dan memperluas kerja sama keamanan serta pembangunan lintas batas.
Berdasarkan laporan Fundasaun Mahein, posisi geografis Timor Leste dapat menjadi penghubung antara Asia Tenggara dan Pasifik Selatan — sebuah peluang strategis yang kini diisi dengan semangat kolaborasi.
Sementara itu, Yahoo News Malaysia menyoroti dukungan Malaysia yang mendanai unit khusus bagi Timor Leste di Sekretariat ASEAN, membantu negara muda itu memenuhi 88 instrumen hukum dan prosedur keanggotaan.
Langkah ini memperkuat pesan bahwa solidaritas ASEAN masih hidup — di tengah dunia yang makin terfragmentasi.
Diplomasi Indonesia: Dari Luka Jadi Cahaya
Bagi Indonesia, keberhasilan ini adalah cerminan diplomasi yang dewasa — bukan tentang siapa paling kuat, tapi siapa paling tulus menyalakan cahaya.
Dalam pernyataannya yang dikutip Kompas Global, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa “keanggotaan Timor Leste di ASEAN adalah kemenangan bagi perdamaian, bukan hanya politik.”
Kini, di langit Asia Tenggara, bendera Timor Leste berkibar di antara sebelas.
Namun, di balik itu, berkibar pula simbol baru diplomasi Indonesia — yang tak lagi menundukkan, melainkan menyembuhkan.
“Dari Timur datang harapan, dari diplomasi lahir persaudaraan.”

