Nurani dan Bendera: Indonesia dan Gaza yang Terluka
Gaza Terbakar, Indonesia Menatap
Gaza terbakar, dunia menutup mata. Indonesia menatap, tapi tidak diam. Bukan untuk perang, tapi untuk nurani yang menuntut keadilan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan: TNI siap bergerak, jika ada mandat PBB.
Ini bukan janji kosong, tapi suara moral bangsa.
Persiapan TNI: Bukan Tentara, Tapi Harapan
TNI menyiapkan Zeni untuk rekonstruksi dan infrastruktur, serta tenaga medis dan psikolog.
Mereka bukan tentara tempur, tapi pembawa harapan.
Namun harapan itu bisa hancur tanpa legitimasi hukum.
Mandat PBB adalah kunci; tanpa itu, langkah bisa dianggap intervensi ilegal.
Hukum dan moral harus berjalan berdampingan, bukan terpisah.
Mandat PBB: Batas Nurani dan Hukum
Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang menegaskan, Sops TNI masih menyusun langkah awal.
Kesiapan ini nyata, tetapi belum sah secara diplomatik.
Mayjen Freddy Ardianzah telah menambahkan: TNI siap menunggu perintah resmi dari PBB.
Tanpa mandat itu, setiap langkah bisa memperkeruh konflik.
Indonesia harus menahan diri sebelum niat mulia berubah menjadi kesalahan politik.
Risiko Intervensi: Analisis Ilmiah dan Pandangan Ahli
Secara ilmiah, studi hubungan internasional menjelaskan bahwa intervensi kemanusiaan tanpa mandat meningkatkan risiko konflik baru.
Responsibility to Protect (R2P) menegaskan: negara boleh melindungi warga sipil, tapi harus dalam kerangka hukum internasional.
Prof. Sudarnoto Abdul Hakim (MUI) menegaskan: tanpa mandat PBB, kebaikan bisa berubah jadi pelanggaran.
Beni Sukadis (Lesperssi) menambahkan, risiko politik global dapat menjerat Indonesia bila langkah tergesa.
Teuku Alfin Aulia menyebut misi unilateral dapat memancing kontroversi geopolitik.
Nurani yang Tak Bisa Dibungkam
Namun, nurani Indonesia tak bisa dibungkam hukum.
Sejarah bangsa ini mengajarkan: diam di hadapan penderitaan bukan pilihan.
Solidaritas terhadap Palestina sudah melekat dalam diplomasi dan hati rakyat.
Setiap langkah harus membawa pesan kemanusiaan, bukan ambisi politik.
Hukum menjadi pagar, nurani menjadi kompas.
Bendera Merah-Putih sebagai Simbol Harapan
Analisis ilmiah menunjukkan: bantuan rekonstruksi dan trauma healing mempercepat pemulihan warga konflik.
Studi Journal of Peace Research (2023) menyebut bahwa, partisipasi negara berkembang dalam operasi kemanusiaan meningkatkan soft power.
Indonesia memiliki peluang untuk menegaskan peran global tanpa mengangkat senjata.
Namun misi harus sah, tertib, dan transparan.
Bendera merah-putih di Gaza harus simbol perdamaian, bukan intervensi.

