Kredit yang Belum Turun: Saat KUR Tersangkut di Meja Bank

Reformasi penyaluran KUR memerlukan aksi nyata: audit, penegakan sanksi, dan penguatan akses bagi pelaku usaha mikro.

Halaman penutup ini menegaskan janji dan langkah yang harus ditempuh agar KUR benar-benar menjadi modal perubahan.

Janji yang Dinyalakan Kembali

Purbaya menegaskan bahwa Kemenkeu akan menata ulang mekanisme pengawasan penyaluran KUR 2025.

Rencana itu meliputi audit cabang bank tertentu, verifikasi lapangan yang lebih ketat, serta mekanisme pelaporan publik untuk nasabah yang merasa dipersulit.

Kolaborasi dengan OJK dan Kemenkop UKM diharapkan mempercepat tindakan korektif dan memberi kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Para ekonom memandang langkah ini sebagai momen penting.

KUR bukan hanya soal bantuan modal; ia adalah alat pemerataan ekonomi yang, bila dijaga integritasnya, mampu merajut kembali jaringan usaha mikro yang sempat rapuh.

Reformasi teknis disertai penguatan akuntabilitas akan membuat angka di laporan menjadi cerita nyata tentang berapa banyak warung, bengkel, dan perajin yang kembali bernapas.

Paragraf Romantis

Bayangkan suatu pagi, lampu neon sebuah kedai kecil menyala tanpa khawatir tentang modal.

Pemiliknya menghela napas lega, bukan karena keuntungan besar, tetapi karena ada kepastian—modal kecil yang menjadi jembatan bagi hari esok.

Itulah wajah KUR yang kita impikan: sederhana, manusiawi, dan jujur.

Bila anda mendukung agar akses modal untuk UMKM jadi lebih adil, bagikan artikel ini, tinggalkan komentar pengalamanmu.

Kami akan terus mengawal penyaluran Kredit Usaha Rakyat 2025 hingga setiap rupiah benar-benar menyentuh tangan yang berhak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *